belajar nulis | gak ngerti harus diapain nie blog | yg penting pnya blog | IG : @sutansyahril
21 Januari 2015
23 September 2013
Pendakian Mt. Merapi
assallamuallaikum, salam sejahtera buat kita semua .
cuma mau share pengalaman pribadi tentang pendakian ane yg perdana ke gunung merapi .
berawal sih dari teman ane yang ngajak ngedaki ke merapi dengan anak" suara persaudaraan alam semesta indonesia ( SPASI ) .
pukul 22.00 kereta berangkat dari stasiun pasar senen tujuan stasiun lempuyangan yogyakarta .
sampe st. lempuyangan jam 06.30 .
setelah sampe st.lempuyangan ane beristirahat sejenak sambil nego untuk cater mobil ke desa selo, boyolali .
setelah harga oke, lngsung kita berangkat ke desa selo .
banyak pelajaran yang saya dapatkan dalam pendakian ini, khususnya teman baru disini .
salam kenal dan salam lestari .
cuma mau share pengalaman pribadi tentang pendakian ane yg perdana ke gunung merapi .
berawal sih dari teman ane yang ngajak ngedaki ke merapi dengan anak" suara persaudaraan alam semesta indonesia ( SPASI ) .
pukul 22.00 kereta berangkat dari stasiun pasar senen tujuan stasiun lempuyangan yogyakarta .
sampe st. lempuyangan jam 06.30 .
setelah sampe st.lempuyangan ane beristirahat sejenak sambil nego untuk cater mobil ke desa selo, boyolali .
setelah harga oke, lngsung kita berangkat ke desa selo .
sampai disana , kita beristirahat sejenak buat packing untuk pendakian malam nanti .
kita saling berkenalan , bercengkrama, padahal waktu itu kita belum kenal satu sama lain .
dan pukul 20.00 kita berjalan dari base camp/ rumah pak min menuju new selo .
dan sekalian mengadakan penanaman pohon cemara disana .
dan pada jam 22.00 akhirnya kami berangkat menuju puncak merapi .
perjalanan ke puncak membutuhkan kira" kurang lebih 6 jam perjalanan .
pada jam 04.30 pagi, akhirnya kita sampai pos pasar bubrah .
dan kami memutuskan untuk mencapai puncak secepat mungkin, hanya untuk mengejar sunrise yg menurut mereka yg pernah ke merapi itu sunrisenya sangat indah .
dan jalur untuk menuju puncak itu gak kalah seperti dari pos kalimati menuju puncak mahameru, bedanya klo menuju puncak mahameru itu berbatu dan batunya pun besar, kalo merapi itu berpasir .
akhirnya saat saat yg kita tunggu pun muncul , tepat jam 05.00 sunrise pun muncul di puncak merapi .
sesampainya dipuncak kami mengabadikan moment ini dengan berfoto dan saling bercengkrama .
sungguh pengalaman yang terlupakan buat kami .
saya juga berterima kasih dengan komunitas suara persaudaraan alam semesta indonesia ( SPASI ) yg telah menyelenggarakan acara ini .banyak pelajaran yang saya dapatkan dalam pendakian ini, khususnya teman baru disini .
salam kenal dan salam lestari .
04 September 2013
Kisah Ksatria Thariq bin Ziyad Saat Menaklukkan Andalusia
Andalusia adalah negeri kaum Muslimin yang pernah ditaklukan oleh
panglima perang Thariq bin Ziyad. Thariq berasal dari suku Barbar,
Afrika yang kemudian memeluk Islam. Entah mungkin untuk mendiskreditkan
perjuangan Thariq bin Ziyad, kata-kata Barbar kemudian jika disematkan
kemudian berkonotasi negatif, yang berarti tidak beradab, kejam atau
kasar.
Negeri
Andalusia yang pernah dikuasai kaum Muslimin dan sempat mencapai
kegemilangan di bidang ilmu pengetahuan di bawah pemerintahan Islam kini
telah dikuasai Nasrani. Oleh sebab itu, Syaikh Abdullah Azzam
-rahimahullah- menyinggungnya dalam kitab “An-Nihayah wal Khulashah”:
“Bahkan
jihad itu telah menjadi fardlu 'ain bukan saja sejak Rusia memasuki
Afghanistan, akan tetapi jihad telah menjadi fardlu 'ain semenjak
jatuhnya Andalusia ke tangan orang-orang Nasrani, dan hukumnya belum
berubah sampai hari ini.
Dengan
demikian jihad telah menjadi fardlu 'ain sejak tahun (1492 M), tatkala
Ghornathoh (Granada) jatuh ke tangan orang-orang kafir --- ke tangan
orang-orang Nasrani --- sampai hari ini. Dan jihad akan tetap fardlu
'ain sampai kita mengembalikan seluruh wilayah yang dahulu merupakan
wilayah Islam, ke tangan kaum muslimin.”
Semoga kisah kegemilangan Thariq bin Ziyad yang dikutip dari kitab “Shuwarun min Hayatil Fatihin”
bukan sekedar nostalgia semata, namun bisa menginspirasi dan memotivasi
kaum Muslimin untuk berjihad meraih kembali kejayaan Islam.
Thariq bin Ziyad
Sang Penakluk Andalusia
Thariq dilahirkan pada tahun 50 H (670 M), di tengah suku keluarga Berber (Barbar, red.) dari kabilah Nafazah, di Afrika Utara.
Thariq
berperawakan tinggi, berkening lebar, dan berkulit putih kemerahan. Dia
masuk Islam di tangan seorang komandan muslim bernama Musa bin Nusair,
orang yang dikagumi karena kegagahan, kebijaksanaan dan keberanianya.[1]
Jalan Ke Andalusia
Misi
ekspansi pasukan Islam ke luar Jazirah Arab bermula di masa Khulafaur
Rasyidin, dengan tujuan menyebarluaskan Islam ke seluruh wilayah yang
memungkinkan untuk di jangkau pasukan Islam. Maka tercapailah penaklukan
atas Syam (Syiria, Palestina, dan sekitarnya), Irak dan Iran (Persia).
Pasukan
muslimin juga berangkat menaklukan Mesir di bawah pimpinan panglima
‘Amru ibnul-‘Ash. Mesir saat itu berada di bawah kekuasaan penjajah
Romawi (Bizantium). Setelah masuk ke Mesir, mereka menuju ke arah
Burqah, lalu sampailah pasukan Islam ke Tripoli (sekarang ibu kota
negara Libya-red.) untuk mengepungnya dan mendudukinya.
Pada
masa kekhilafahan Usman bin Afaan, pasukan Islam mulai membuka ekspansi
ke kawasan Maghribi (Maroko dan sekitarnya), di bawah komandan Abdullah
bin Sa’ad bin Abi Sarh. Di dalam pasukan terdapat putra-putra sahabat
Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa Sallam.[2]
Tekad
dan semangat mereka semakin kuat setelah berperang melawan pasukan
Romawi yang dipimpin Jurjir. Ekspansi itu berlanjut cepat hingga
memasuki kota Carthago di pantai Utara Afrika, sebelah utara kota Tunis
sekarang. Pasukan Islam di wilayah Ifriqiya ini di pimpin oleh komandan
Uqbah bin Nafi’. Ia memiliki wawasan yang luas tentang situasi daerah
itu. Selanjutnya ia membangun kota Qairawan (Kairaouan) di Tunisia,
untuk mengukuhkan keberadaan Islam di bumi Afrika.
Selanjutnya
Uqbah bin Nafi’ dan pasukannya bergerak kearah barat dan selatan dan
sampai ke Tangier (Arab: Tanja), sekarang Maroko. Dalam perjalanan
pulang ke Qairawan ia dihadang gerombolan suku Berber. Uqbah bin Nafi’
terbunuh bersama tiga ratus tentaranya. Ia dimakamkan di suatu tempat
yang sekarang dinamai Sidi Uqbah (Tahuda) di Aljazair sekarang.
Kaum
muslim menuntut balas atas kematian Uqbah, dan mereka berhasil membunuh
Kasilah, komandan perang Berber. Namun, tindakan balas-membalas itu
tidak berkepanjangan, sebab orang Berber sudah merasa puas dengan
terbunuhnya Zuhair bin Qais yang membunuh Kasilah. Zuhair gugur di
Qadisiyyah (Irak).
Dan pada
akhirnya pasukan muslimin berhasil menaklukkan wilayah Ifriqiya di
bawah komando Hasan bin an-Nu’man al-Ghassani yang berhasil
menceraiberaikan pasukan Berber. Ia juga memorakporandakan pasukan
Romawi, dan menang dalam perang melawan pasukan Al-Kahin (Sang Dukun) sesudah menaklukkan Bazrat.
Setelah
itu datanglah Musa bin Nushair sebagai pemegang komando utama pasukan
muslimin di Afrika. Ia meraih berbagai kemenangan sampai jauh ke barat
di tepi samudera, dan kembali ke Qairawan sesudah terbina keamanan dan
ketertiban.
Saat
itulah seorang komandan Berber bersama pasukannya masuk Islam. Ia
sebelumnya dikenal sebagai komandan penjaga di Tangier. Ia adalah Thariq
bin Ziyad.
Jalan ke
daratan Spanyol terbuka luas setelah Julian, pangeran Spanyol di Ceuta
(Sabatah) meminta bantuan Musa bin Nusair untuk menyerang dan
menjatuhkan Raja Roderick dari bangsa Visigoth yang berkuasa di Spanyol
dari ibu kotanya di Toledo. Julian marah karena Raja Kristen Roderick
memperkosa adik perempuannya yang ia titipkan ke Raja untuk bisa
memperoleh pendidikan tinggi. Thariq dan Julian pun berkawan dekat.
Menaklukkan Andalusia (Spanyol)
Musa bin
Nushair merasa perlu menguji Count (Pangeran) Julian dengan mengirim
500 tentara di bawah komando Tharif ke wilayah yang sampai kini dinamai
Tarifa, di ujung paling selatan Spanyol. Orang Arab menamakannya Jazira
Tharif (Terifa). Itu terjadi pada tahun91 H.[3] Tharif membawa misi utama pengintaian kekuatan Kerajaan Bangsa Visigoth, serta penjajakan bagi sebuah operasi militer besar.
Gubernur
Musa semakin yakin akan kejujuran Pangeran Julian, setelah Pangeran
Ceuta itu juga menyiapkan kapal-kapal yang akan digunakan untuk
menyerang Spanyol. Dan setetlah mendapat izin dari Khalifah Al-Walid bin
Abdul Malik di Damaskus, Musa pun memutuskan menyerang Spanyol. Apalagi
saat itu Raja Roderick di Toledo sedang menghadapi pemberontakan di
bagian utara kerajaannya. Untuk melaksanakan misi besarkannya itu, Musa
memilih seorang Berber, Thariq bin Ziyad, sebagai Komandan.
Panglima
perang Thariq bin Ziyad bersama 7000 tentara, yang mayoritas berasal
dari suku Berber, menyeberang ke Spanyol di tahun 711 M. ia mendarat
dekat gunung batu besar yang kelak dinamai dengan namanya, Jabal
(gunung) Thariq, Orang Eropa menyebutnya Gilbraltar.
Setelah
berhasil menyeberang ke daratan Spanyol, tiba-tiba Thariq mengambil
langkah yang hingga sampai kini membuat tercengang para ahli sejarah. Ia
membakar perahu-perahu yang digunakan untuk mengangut pasukannya itu.
Lalu ia berdiri di hadapan para tentaranya seraya berpidato dengan
lantang berwibawa, dan tegas.
Dalam pidatonya yang penuh semangat, panglima Thariq berkata;
“Di
mana jalan pulang? Laut berada di belakang kalian. Musuh di hadapan
kalian. Sungguh kalian tidak memiliki apa-apa kecuali sikap benar dan
sabar. Musuh-musuh kalian sudah siaga di depan dengan persenjataan
mereka. Kekuatan mereka besar sekali. Sementara kalian tidak memiliki
bekal lain kecuali pedang, dan tidak ada makanan bagi kalian kecuali
yang dapat kalian rampas dari tangan musuh-musuh kalian. Sekiranya
perang ini berkepanjangan, dan kalian tidak segera dapat mengatasinya,
akan sirnalah kekuatan kalian. Akan lenyap rasa gentar mereka terhadap
kalian. Oleh karena itu, singkirkanlah sifat hina dari diri kalian
dengan sifat terhormat. Kalian harus rela mati. Sungguh saya peringatkan
kalian akan situasi yang saya pun berusaha menanggulanginya.
Ketahuilah, sekiranya kalian bersabar untuk sedikit menderita, niscaya
kalian akan dapat bersenang-senang dalam waktu yang lama. Oleh karena
itu, janganlah kalian merasa kecewa terhadapku, sebab nasib kalian tidak
lebih buruk daripada nasibku…”
Selanjutnya ia berteriak kencang: “Perang atau mati!” Pidato yang menggugah itu merasuk ke dalam sanubari seluruh anggota pasukannya.
Dan pada
19 Juli 711 M, pasukan Thariq yang saat itu berjumlah 12000 personil
setelah ada tambahan pasukan dari Ifriqiya, berhadapan dengan Raja
Roderick dan pasukannya di mulut sungai (Rio) Barbate. Peperangan di
bulan Ramadhan itu berlangsung sengit selama delapan hari. Pasukan
Roderick pada awalnya sempat unggul, namun kelemahan di sayap kiri dan
kanan pasukan mereka berhasil dimanfaatkan oleh pasukan Islam. Dan
pasukan Roderick pun terdesak, hingga akhirnya dipukul mundur. Pasukan
Islam berhasil meraih kemenangan gemilang. Roderick sendiri menghilang,
dan di duga ia tenggelam di Sungai Barbate. Kuda dan sepatunya ditemukan
di tepi sungai.
Gubernur
Musa bin Nusair lalu mengirim surat kepada Khalifah Al-Walid,
melukiskan jalannya peperangan Rio Barbate. “Penaklukan ini berbeda dari
penklukan-penaklukan lain. Peristiwa seperti kiamat,” tulisnya.
Kemenangan
telak dalam pertempuran di Sungai Barbate itu membentang jalan bagi
masuknya Thariq bin Ziyad menuju kota Sevilla yang dijaga oleh
benteng-benteng kuat. Tapi sebelum merebut Sevilla, Thariq lebih dulu
menaklukkan daerah-daerah lain yang lebih lemah. Sebagian ditaklukkan
dengan cara damai, tapi sebagian terpaksa dengan kekerasan karena warga
setempat melawan. Mereka bersikap ramah terhadap penduduk yang tidak
melawan.
Pasukan
Thariq yang sudah lebih besar karena ada tambahan pasukan baru, kini
mengarah ke Toledo, ibukota Visigoth (Gotik Barat). Di jalan ke Toledo
itu mereka menyapu kota Ecija dimana sempat terjadi perdamaian dan
menerima kekuasaan Muslim atas wilayah itu.
Dengan
cepat Thariq berusaha menaklukkan sebagian besar tanah Spanyol, yang
oleh orang Arab dinamakan Al-Andalus (Andalusia) itu. Ia lalu
membagi-bagi pasukannya ke dalam beberapa kelompok. Satu pasukan
berhasil merebut Arkidona tanpa perlawanan, dan pasukan lainnya juga
dengan mudah merebut kota Elvira dekat Granada. Ia lalu menaklukkan
Cordoba dan sebagian wilayah Malaga. Kemudian diteruskan dengan
mengepung Granada yang berhasil ditaklukkan dengan jalan kekerasan.
Thariq
lalu menuju ibukota Toledo. Di dalam perjalanan dia menyerang kota
Murcia dan menghancurkan kerajaannya sampai lumat. Ketika pasukan Islam
di Toledo ternyata para pemimpin Gotik telah meninggalkan wilayah itu.
Thariq memasukinya dengan mudah. Ketika itu pasukannya didukung pula
oleh ksatria-ksatria Kristen lokal yang tak suka kekuasaan Bangsa Gotik
Barat di negaranya.
Thariq
terus mengejar para pejabat Gotik ke gunung, hingga mendapatkan harta
rampasan yang sangat banyak. Harta dan para tawanan dibawa ke Toledo. Di
sana para tawanan dipekerjakan untuk membangun kembali kota itu, antara
lain dengan membangun 365 tiang terbuat dari batu Zabarjud.
Musa bin
Nusair lalu mengirim surat kepada Thariq bin Ziyad, dan
memerintahkannya untuk menghentikan gerakan, dan tetap berada di tempat
surat itu tiba. Tapi, Thariq malah mengumpulkan para pejabatnya,
merundingkan strategi perang. Semuanya berpendapat melaksanakan
perintah Musa akan mempersulit strategi perang mereka. Sebab, sudah
terbuka untuk merekrut pasukan asal Toledo dan meraih momentum untuk
menyerang lawan yang belum menyadari situasi.
Karena
itu Thariq melanjutkan penaklukan seraya merekrut milisi dari warga
Toledo yang sudah kalah. Thariq mengabarkan keputusannya ini kepada Musa
bin Nushair disertai alasan-lasannya.
Ketika
pesan Thariq sampai, Musa langsung berangkat ke Spanyol pada bulan Juni
712 M dengan membawa 18.000 tentara, kebanyakan orang Arab. Dan seperti
yang pernah disepakati dengan Thariq, pasukan Musa bin Nushair segera
menuju Sevilla, kota terkuat Spanyol saat itu. Sebelum ke Sevilla
pasukan Musa menaklukkan Medina Sidon dan Carmona. Musa mengepung ketat
kota Sevilla dan akhirnya berhasil menghancurkan kota pusat kebudayaan
Spanyol itu. Namun kota itu ditinggalkan Musa dalam keadaan kobaran api
dan ia melanjutkan perjalanan ke arah Toledo.
Warga
Sevilla tetap tak rela terhadap pendudukan oleh pasukan Muslim di sana.
Setelah panglima Musa bin Nushair meninggalkan kota itu, milisi Sevilla
kembali beraksi mengobarkan pemberontakan. Mereka dapat membunuh tentara
Muslim. Mendengar berita itu, Musa segera mengirim anaknya Abdul Aziz,
untuk kembali ke Sevilla. Ia sendiri terus menuju Toledo.
Mendengar
kabar akan datangnya panglima utamanya, Musa bin Nushair, Thariq segera
keluar ke perbatasan Toledo untuk menyambut Musa. Namun Musa sangat
marah kepadanya. Thariq dianggap telah mengabaikan perintahnya untuk
menghentikan sementara penaklukkan sampai ia datang ke Spanyol. Begitu
marahnya Musa sampai ia memasukkan jendralnya itu ke dalam penjara
layaknya seorang penjahat.
Di depan
sidang dewan pertahanan, Musa menyatakan memecat Thariq bin Ziyad,
dengan tujuan memperbaiki segala sesuatu yang telah dilakukan Thariq.
Sekalipun Thariq berupaya menjelaskan bahwa keputusannya itu dilakukan
demi kemaslahatan kaum Muslimin dan sudah dimusyawarahkan dengan para
penasehat, Musa tetap teguh pada pendiriannya. Ia mengganti Thariq
dengan Mughits bin Al-Harits, tapi Mughits menolaknya. Ia segan menjadi
komandan di atas Thariq sang pemeberani.
Mughits
bahkan bertekad membela Thariq bin Ziyad. Diam-diam dia mengirim kabar
kepada Khalifah Al-Walid bin Abdul Malik tentang situasi yang
berkembang. Al-Walid sangat marah mendengarnya. Ia lalu menyurati Musa
dan memerintahkan agar kedudukan Thariq dipulihkan sebagai komandan
pasukan. Dan Musa menaati perintah pemimpinnya di Damaskus itu.
Kemudian
kedua panglima itu bergerak terus ke utara, hingga berhasil menaklukkan
Castilla, Aragon dan Catalonia (Barcelona). Keduanya bahkan sampai ke
pegunungan Pyrennes yang menjadi batas antara Spanyon dan Perancis.
Sekiranya tidak ada perintah dari Damaskus untuk menghentikan
penaklukan, niscaya gerakan mereka berdua tak tertahankan untuk
menguasai seluruh benua Eropa.
Perjalanan
hidup panglima Thariq bin Ziyad, sang penakluk Spanyol yang agung telah
menjadi bagian dari sejarah patriotisme Islam melalui penaklukan
Andalusia. [Widad/Miftahul Jannah]
Sumber :
VOA-ISLAM.COM -
VOA-ISLAM.COM -
18 Agustus 2013
Benua Atlantis yang Hilang
UN1X PROJECT | Bukti Ilmiah Indonesia Adalah Benua Atlantis Yang Hilang | Musibah alam beruntun dialami
Indonesia. Mulai dari tsunami beberapa tahun silam di Aceh hingga yang mutakhir semburan
lumpur panas di Jawa Timur. Hal itu mengingatkan kita pada peristiwa
serupa di wilayah yang dikenal sebagai Benua Atlantis. Apakah ada
hubungan antara Indonesia dan Atlantis?
Plato
(427 – 347 SM) menyatakan bahwa puluhan ribu tahun lalu terjadi
berbagai letusan gunung berapi secara serentak, menimbulkan gempa,
pencairan es, dan banjir. Peristiwa itu mengakibatkan sebagian permukaan
bumi tenggelam. Bagian itulah yang disebutnya benua yang hilang atau
Atlantis.
Penelitian mutakhir yang dilakukan oleh Aryso Santos, menegaskan bahwa Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang disebut Indonesia. Setelah melakukan penelitian selama 30 tahun, ia menghasilkan buku Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of Plato’s Lost Civilization. Santos menampilkan 33 perbandingan, seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah Indonesia. Sistem terasisasi sawah yang khas Indonesia, menurutnya, ialah bentuk yang diadopsi oleh Candi Borobudur, Piramida di Mesir, dan bangunan kuno Aztec di Meksiko.
Bukan
kebetulan ketika Indonesia pada tahun 1958, atas gagasan Prof. Dr.
Mochtar Kusumaatmadja melalui UU no. 4 Perpu tahun 1960, mencetuskan
Deklarasi Djoeanda. Isinya menyatakan bahwa negara Indonesia dengan
perairan pedalamannya merupakan kesatuan wilayah nusantara. Fakta itu
kemudian diakui oleh Konvensi Hukum Laut Internasional 1982. Merujuk
penelitian Santos, pada masa puluhan ribu tahun yang lalu wilayah negara
Indonesia merupakan suatu benua yang menyatu. Tidak terpecah-pecah
dalam puluhan ribu pulau seperti halnya sekarang.
Santos
menetapkan bahwa pada masa lalu itu Atlantis merupakan benua yang
membentang dari bagian selatan India, Sri Lanka, Sumatra, Jawa,
Kalimantan, terus ke arah timur dengan Indonesia (yang sekarang) sebagai
pusatnya. Di wilayah itu terdapat puluhan gunung berapi yang aktif dan
dikelilingi oleh samudera yang menyatu bernama Orientale, terdiri dari
Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.
Teori Plato menerangkan bahwa Atlantis merupakan benua yang hilang akibat letusan gunung berapi yang secara bersamaan meletus. Pada masa itu sebagian besar bagian dunia masih diliput oleh lapisan-lapisan es (era Pleistocene). Dengan meletusnya berpuluh-puluh gunung berapi secara bersamaan yang sebagian besar terletak di wilayah Indonesia (dulu) itu, maka tenggelamlah sebagian benua dan diliput oleh air asal dari es yang mencair. Di antaranya letusan gunung Meru di India Selatan dan gunung Semeru di Jawa Timur. Lalu letusan gunung berapi di Sumatera yang membentuk Danau Toba dengan pulau Samosir, yang merupakan puncak gunung yang meletus pada saat itu. Letusan yang paling dahsyat di kemudian hari adalah gunung Krakatau (Krakatoa) yang memecah bagian Sumatera dan Jawa dan lain-lainnya serta membentuk selat dataran Sunda.
Atlantis
berasal dari bahasa Sanskrit Atala, yang berarti surga atau menara
peninjauan (watch tower), Atalaia (Potugis), Atalaya (Spanyol). Plato
menegaskan bahwa wilayah Atlantis pada saat itu merupakan pusat dari
peradaban dunia dalam bentuk budaya, kekayaan alam, ilmu/teknologi, dan
lain-lainnya. Plato menetapkan bahwa letak Atlantis itu di Samudera
Atlantik sekarang. Pada masanya, ia bersikukuh bahwa bumi ini datar dan
dikelilingi oleh satu samudera (ocean) secara menyeluruh. Ocean berasal
dari kata Sanskrit ashayana yang berarti mengelilingi secara menyeluruh.
Pendapat itu kemudian ditentang oleh ahli-ahli di kemudian hari seperti
Copernicus, Galilei-Galileo, Einstein, dan Stephen Hawking.
Santos
berbeda dengan Plato mengenai lokasi Atlantis. Ilmuwan Brazil it
berargumentasi, bahwa pada saat terjadinya letusan berbagai gunung
berapi itu, menyebabkan lapisan es mencair dan mengalir ke samudera
sehingga luasnya bertambah. Air dan lumpur berasal dari abu gunung
berapi tersebut membebani samudera dan dasarnya, mengakibatkan tekanan
luar biasa kepada kulit bumi di dasar samudera, terutama pada pantai
benua. Tekanan ini mengakibatkan gempa. Gempa ini diperkuat lagi oleh
gunung-gunung yang meletus kemudian secara beruntun dan menimbulkan
gelombang tsunami yang dahsyat. Santos menamakannya Heinrich Events.
Dalam
usaha mengemukakan pendapat mendasarkan kepada sejarah dunia, tampak
Plato telah melakukan dua kekhilafan, pertama mengenai bentuk/posisi
bumi yang katanya datar. Kedua, mengenai letak benua Atlantis yang
katanya berada di Samudera Atlantik yang ditentang oleh Santos.
Penelitian militer Amerika Serikat di wilayah Atlantik terbukti tidak
berhasil menemukan bekas-bekas benua yang hilang itu. Oleh karena itu
tidaklah semena-mena ada peribahasa yang berkata, “Amicus Plato, sed
magis amica veritas.” Artinya,”Saya senang kepada Plato tetapi saya
lebih senang kepada kebenaran.” Namun, ada beberapa keadaan masa kini
yang antara Plato dan Santos sependapat. Yakni pertama, bahwa lokasi
benua yang tenggelam itu adalah Atlantis dan oleh Santos dipastikan
sebagai wilayah Republik Indonesia. Kedua, jumlah atau panjangnya mata
rantai gunung berapi di Indonesia. Di antaranya ialah Kerinci, Talang,
Krakatoa, Malabar, Galunggung, Pangrango, Merapi, Merbabu, Semeru,
Bromo, Agung, Rinjani. Sebagian dari gunung itu telah atau sedang aktif
kembali.
Ketiga,
soal semburan lumpur akibat letusan gunung berapi yang abunya tercampur
air laut menjadi lumpur. Endapan lumpur di laut ini kemudian meresap ke
dalam tanah di daratan. Lumpur panas ini tercampur dengan gas-gas alam
yang merupakan impossible barrier of mud (hambatan lumpur yang tidak
bisa dilalui), atau in navigable (tidak dapat dilalui), tidak bisa
ditembus atau dimasuki. Dalam kasus di Sidoarjo, pernah dilakukan remote
sensing, penginderaan jauh, yang menunjukkan adanya sistim kanalisasi
di wilayah tersebut. Ada kemungkinan kanalisasi itu bekas penyaluran
semburan lumpur panas dari masa yang lampau.
Bahwa
Indonesia adalah wilayah yang dianggap sebagai ahli waris Atlantis,
tentu harus membuat kita bersyukur. Membuat kita tidak rendah diri di
dalam pergaula internasional, sebab Atlantis pada masanya ialah pusat
peradaban dunia. Namun sebagai wilayah yang rawan bencana, sebagaimana
telah dialami oleh Atlantis itu, sudah saatnya kita belajar dari sejarah
dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan mutakhir untuk dapat
mengatasinya
Sumber : Blog Misteri Beda Dunia
Sumber : Blog Misteri Beda Dunia
23 Juli 2013
KESAKTIAN PANCASILA
Dalam dekade
terakhir, banyak persoalan yang menghinggapi bangsa ini. Seolah-olah
problem bangsa tidak ada habisnya, mulai dari kasus korupsi, narkoba,
aksi kekerasan, dan tawuran pelajar. Persoalan silih berganti, namun
tak ada solusi jitu yang bisa mengatasinya.
Parahnya
lagi, generasi muda sebagai penerus bangsa terlibat dalam pelbagai
peristiwa yang sungguh menyedihkan itu. Sampai-sampai ada selentingan “Pelajar kita kalau tidak terlibat tawuran, paling makai narkoba, atau buat vedio mesum”. Semoga selentingan tersebut hanya isapan jempol belaka.
Namun
faktanya, selama tahun 2012 ini setidaknya sudah ada 16 orang
meninggal akibat tawuran antarpelajar. Data ini cukup miris dan
merisaukan. Karena itu, semua pihak harus berkontribusi dalam
menyelesaikan masalah dan mencari benang merah agar hal serupa tidak
terulang kembali.
Di ranah
pendidikan, untuk mengantisipasi problem bangsa tersebut, kurikulum
Pancasila dan Kewarganegaraan (PKn) bisa memberikan secercah harapan
agar generasi muda tercerahkan. Salah satunya adalah memberikan
pemahaman tentang nilai-nilai Pancasila. Dengan pemahaman nilai-nilai
Pancasila ini, diharapkan para pelajar bisa memantapkan kepribadian dan
karakter agar memiliki kepekaan sosial, rasa cinta tanah air, mandiri,
jujur, bertanggung jawab, dan dapat bertindak positif untuk
berkontribusi pada bangsa.
Nilai-nilai
Pancasila sangat dibutuhkan untuk membangun karakter bangsa.
Pendidikan Pancasila seharusnya diyakini dapat menjadi sarana
menanggulangi persoalan bangsa yang kerap menghantui negeri ini.
Pancasila dinilai strategis karena dalam Pancasila terkandung
nilai-nilai luhur yang digalih dari pengalaman sejarah bangsa dalam
mengarungi pelbagai persoalan yang pernah terjadi.
Dalam konteks ini, seharusnya guru Pancasila dan Kewarganegaraan (PKn) tidak hanya menjejali materi yang sifatnya teks book, namun harus diimbangi dengan paktek langsung dalam memahami keberagaman yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.
Misalnya
dalam materi toleransi, para pelajar tidak hanya diajarkan pengertian
dan konsep materi, namun para pelajar diajak merefleksikan latar
belakang siswa-siswa yang ada dalam kelas tersebut.
Selain
itu, perlu juga melibatkan para pelajar dalam kegiatan masyarakat dan
memberikan pemahaman materi terkait visi-misi berbangsa dan bernegara,
problematika remaja, dan mengenal budaya Indonesia.
Generasi
muda, khususnya para pelajar harus dikenalkan dengan lingkungan
sekitar agar memahami sosial-budaya yang ada di lingkungannya. Dimensi
sosial-budaya yang telah menjadi tata nilai merupakan kearifan lokal
yang menjadi bagian dari proses pendidikan yang harus dilakukan.
Harmonisasi kehidupan sosial masyarakat yang Pancasilais tersebut akan
sangat membantu pelajar dalam kehidupan sehari-hari.[]
Pembukaan UUD 1945
1. Kedudukan
Pembukaan UUD 1945 :
Pembukaan UUD 1945 bersama –
sama dengan pasal – pasal UUD 1945, disahkan oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945, dan diundangkan dalam Berita
Republik Indonesia Tahun II NO.7
Pembukaan
UUD 1945 terdiri atas empat alinea, adapun pada bagian alinea IV memuat pernyataan mengenai keadaan setelah
Negara Indonesia terbentuk dan memiliki hubungan yang bersifat kausal dan
organis dengan pasal – pasal UUD 1945. Hubungan ini menyangkut beberapa hal,
antara lain :
a. Undang – undang Dasar ditentukan akan ada
b. Yang diatur dalam UUD adalah tentang
pembentukan pemerintahan Negara
c. Negara Indonesia adalah bentuk Republik
yang berkedaulatan Rakyat
d. Ditetapkannya Pancasila sebagai dasar
falsafat Negara Indonesia
Hal – hal tersebut “ bersifat fundamental dan asasi bagi Negara Indonesia,
sehingga Pembukaan UUD 1945 berkedudukan tetap dan tidak dapat diubah “
Hal ini sesuai dengan ketetapan MPR /
MPRS, yang menyatakan :
“
Pembukaan UUD 1945 sebagai pernyataan kemerdekaan yang terperinci yang
mengandung cita – cita luhur dari Proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 dan
yang memuat Pancasila sebagai dasar Negara, merupakan satu rangkaian dengan
proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 dan oleh karena itu tidak dapat diubah
oleh siapapun juga termasuk MPR hasil Pemilu, karena merubah pembukaan UUD 1945
berarti sama halnya dengan pembubaran Negara RI”.
Bagaimanakah hubungan antara Proklamasi dan Pembukaan UUD 1945 ?
Bahwa Pembukaan Undang – undang Dasar 1945
merupakan rangkaian yang terperinci dari Proklamsi sebagai suatu pernyatan
kemerdekaan.
2. Hakekat
Pembukaan UUD 1945
B.
2. 1 Pembukaan UUD 1945 sebagai tertib
hukum tertinggi
Oleh sebab itu, maka kedudukan Pancasila
sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945
adalah sebagi sumber dari segala sumber hukum Indonesia, sehingga semua
peraturan perundangan yang digunakan di Indonesia harus berdasarkan dan
bersumber pada Pancasila
Bagaimanakah hubungan antara Pembukaan UUD 1945 dengan pasal – pasal UUD
1945 ?
Bahwa Pembukaan UUD 1945 memuat pokok – pokok pikiran , yaitu :
- Pokok pikiran “ Persatuan “
- Pokok pikiran “ Keadilan Sosial “
- Pokok pikiran “ Kedaulatan Rakyat “
- Pokok pikiran “ Ketuhanan YME, menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab “
Dan, keempat pokok pikiran yang termuat
dalam Pembukaan UUD 1945 tersebut, dijabarkan dalam pasal – pasal UUD 1945.
Jadi, Pasal – pasal UUD 1945 merupakan penjabaran dari pokok – pikiran yang
termuat dalam pembukaan UUD 1945. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa
pembukaan UUD 1945 adalah sebagai sumber hukum positif Indonesia.
3. Pembukaan UUD 1945
memenuhi syarat adanya tertib Hukum Indonesia
Pembukaan
UUD 1945 memuat unsur – unsur yang menurut ilmu hukum diisyaratkan bagi adanya
suatu tertib hukum di Indonesia, yaitu suatu keterbulatan dan keseluruhan
peraturan – peraturan hukum.
Pembukaan UUD 1945 Sebagai Pokok kaidah Negara yang Fundamental (Staatsfundamentalnorm)
Sebagai pokok kaidah negara yang fundamental,Pembukaan
UUD 1945 ,memiliki beberapa ciri,antara lain:
·
Sebagai
norma dasar yang memberikan arah serta dasr-dasar cita-cita hukum bagi
Undang-Undang Dasar negara.
·
Memiliki
kedudukan hukum yang tinggi dari pada pasal UUD 1945
·
Mengandung
pokok-pokok pikiran yang dijabarkan dalam pasal-pasalnya.
·
Mengandung
norma yang harus dipatuhi
·
Memiliki
hakikat kedudukan hukum yang bersifat tetap.
4.Makna setiap alinea dalam Pembukaan UUD 1945
Alinea pertama
Adalah suatu pengakuan hak azasi kebebasan atau kemerdekaan
semua bangsa dari segala bentuk penjajahan dan penindasan oleh bangsa
lain(dalil obyektif),dan untuk mempertanggungjawabkan bahwasanya pernyataan
kemerdekaan adalah sesuatu yang sudah selayaknya,karena berdasar atas hak
kodrat yang sifatnya mutlak dari moral bangsa Indonesia untuk merdeka
(pernyataan subyektif).
Alinea kedua
Adalah pengakuan hak azasi sosial yang berupa keadilan dan
pengakuan azasi ekonomi yang berupa kemakmuran dan kesejahteraan,sesuai dengan
cita-cita bangsa Indonesia.
Alinea ketiga
adalah hak kodrat yang dianugerahkan oleh Tuhan Yang Maha Esa
kepada semua bangsa.
Alinea keempat
Adalah memuat tujuan Negara ,sebagai ketentuan pedoman dan
pegangan yang tetap serta praktis,yaitu dalam realisasi hidup bersama dalam
Negara Indonesia yang berdasar pada Pancasila.
04 Juli 2013
Air Minum Dalam Kemasan, Beli Air atau Sampah?
minum dalam kemasan menjadi pilihan paling praktis
untuk menghilangkan rasa haus. Di mana- mana mudah membeli air minum
dalam kemasan. Praktis, tinggal beli langsung bisa diminum airnya.
Konon, air minum kemasan selain praktis juga lebih sehat dibandingkan
air hasil memasak sendiri sehingga semakin banyak yang mengkonsumsinya
tanpa menyadari bahwa air minum dalam kemasan merupakan salah satu
sumber sampah terbesar.
Tetapi pernahkah sobat greener FHI
berfikir bahwa sebenarnya kita tidak pernah sekalipun membeli air tetapi
justru membeli sampah acapkali kita membeli air minum dalam kemasan?.
Air minum dalam kemasan gelas isi 240 ml biasanya dijual seharga Rp.
500,00 per gelas. Sedangkan air minum kemasan botol isi 600 ml dijual
dengan harga Rp. 2000,00. Benarkah uang sejumlah itu kita gunakan untuk
membeli air?.
Bukan, ternyata uang itu kita gunakan untuk membeli sampah berupa kemasan gelas dan botol plastik.
Beli Air atau Sampah?. Biar jelas mari kita bandingkan dengan harga air
isi ulang, satu galon air minum isi ulang isi 19 liter dapat kita beli
dengan harga berkisar antara Rp. 9000,00 hingga Rp. 11.000,00. Dengan
harga Rp. 11000,00 (harga maksimal) pergalon (19 liter) berarti per-ml
harga air isi ulang hanya Rp. 0,58 (Rp. 11.000 : 19 liter : 1000 ml).
Harga air isi ulang yang hanya Rp. 0,58 per-mililiter ini kita asumsikan sebagai harga air minum.
Sampah plastik yang kita hasilkan setiap membeli air minum dalam kemasan
Dengan harga air yang Rp. 0,58 /ml berarti saat kita membeli air minum
dalam kemasan ukuran gelas (240 ml) seharga Rp. 500,00 air yang kita
minum hanya seharga Rp. 138,95. Selisihnya, Rp. 361,05 kita gunakan
untuk membeli kemasan gelasnya.
www.forumhijau.com
Ternyata kita harus merogoh kocek sebesar Rp. 360 hanya untuk membeli
kemasan gelas plastik yang tidak dibutuhkan. Jika rata-rata sehari kita
membeli ‘hanya’ dua gelas air minum dalam kemasan, berarti tanpa sadar
dalam sebulan kita telah membuang uang sebesar Rp. 21.000,00 hanya untuk
membeli sampah plastik.
Waduh, beli air minum dalam kemasan sama aja dengan membeli sampah, Apa musti membawa kendi kemana-mana, ya?
Sumber :
©[FHI | www.forumhijau.com ]
Langganan:
Postingan (Atom)
Pemilu 2019
assallamuallaikum.. salam sejahtera buat kita semua. kali ini gue bakalan ngeshare tentang pemilu 2019 nanti, eittssss, bukan tentang paslon...












